JAKARTA: Pemerintah diketahui menyiapkan skenario kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi rata-rata 28,7% untuk diterapkan mulai 1 Juni 2008 menyusul lonjakan harga minyak mentah dunia.
Sumber Bisnis mengungkapkan usulan kebijakan fiskal yang disiapkan tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu itu bertujuan menyelamatkan APBN-P 2008 akibat membengkaknya subsidi BBM.
Proposal kenaikan harga BBM bersubsidi itu meliputi harga minyak tanah untuk rumah tangga, yang naik 25% menjadi Rp2.500 per liter, bensin premium naik 33,33% menjadi Rp6.000 per liter, dan solar naik 27,91% menjadi Rp5.500 per liter.
Menurut rencana, usulan ini akan disampaikan tim ekonomi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan apabila disetujui segera dibahas oleh pemerintah bersama DPR. "Kenaikan harga BBM bersubdisi rata-rata 28,7% akan menyelamatkan APBN-P 2008," ungkap sumber itu kemarin.
Dia menyebutkan penghematan pendapatan negara dari kebijakan ini sebesar Rp25,87 triliun. Namun, pemerintah masih harus mengeluarkan dana tambahan Rp3,87 triliun-akibat masih adanya penambahan subsidi-sehingga jumlah penghematan bersih kurang dari Rp22 triliun.
Penghematan itu akan digunakan pemerintah untuk mendanai program Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp11,5 triliun, tambahan cadangan risiko anggaran Rp3 triliun, pengurangan defisit (0,2% dari PDB) sebesar Rp8,38 triliun, dan tambahan dana bagi masyarakat miskin, seperti raskin Rp3 triliun.
Sebaliknya, jika pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi, beban anggaran akan melonjak Rp31,5 triliun, ditambah cadangan risiko kenaikan BBM Rp8,25 triliun. Pada akhirnya, defisit APBN-P 2008 akan mencapai angka 2,5% dan kemiskinan akan naik menjadi 19,5% (lihat grafis).
Saat dikonfirmasi mengenai rencana ini, Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta tidak mau berkomentar banyak. Dia kembali menegaskan sampai saat ini pemerintah belum memutuskan apakah akan menaikkan harga BBM bersubdisi atau tidak pada 1 Juni 2008.
Dia juga mengatakan pemerintah masih mencari kemungkinan opsi lain yang dapat meringankan beban APBN tanpa harus menaikkan harga BBM. "Sampai saat ini belum diputuskan, saya tidak mau berkomentar dulu mengenai harga BBM," jelasnya kemarin.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Depkeu, Anggito Abimanyu, mengatakan konsumsi dan lifting minyak pada bulan ini menentukan kebijakan pemerintah. Selain mengendalikan subsidi, penyesuaian harga merupakan salah satu pilihan kebijakan yang bisa diambil pemerintah. "Saya tidak menutup pintu untuk itu [menaikkan harga]."
Di tempat terpisah, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro optimistis mampu memenuhi target produksi minyak pada tahun ini. Keyakinan itu didasarkan pada realisasi produksi selama empat bulan terakhir ini.
Dia bahkan yakin produksi minyak mentah bisa ditingkatkan melebihi target sampai di atas 1,043 juta barel per hari jika semua kendala dapat diatasi, seperti kendala lingkungan hidup, fiskal, dan kehutanan. "'Kalau produksi naik, everybody happy. Negara senang karena ada tambahan pemasukan ke kas negara dan KPS [Kontraktor Production Sharing] pun senang."
Sebaiknya ditolak
Ketua Komite Tetap Moneter dan Fiskal Kadin Indonesia Bambang Soesatyo meminta Presiden agar menolak usulan tim ekonomi jika kenaikan harga BBM sampai 30%.
Menurut dia, dalam situasi seperti saat ini skala kenaikan sebesar itu sulit ditoleransi oleh rakyat, sehingga potensi biaya politiknya akan sangat besar. Dia mengatakan proposal kenaikan harga BBM sampai 30% itu merupakan cermin dari tim ekonomi yang malas dan tidak kreatif.
Bambang menekankan pemerintah memiliki opsi lain tanpa harus menaikkan harga BBM sedemikian tinggi, termasuk dengan menegosiasikan pembayaran pokok dan bunga utang.
"Presiden perlu mendengar dan menyimak wacana yang dikembangkan para ekonom akhir-akhir ini. Kadin dan elemen masyarakat lainnya menilai skala kenaikan harga BBM yang paling moderat adalah 10%."
Namun, Ketua Umum Kadin Indonesia M.S. Hidayat, dalam pertemuan dengan Presiden di Kantor Kepresidenan, menyatakan kenaikan yang bisa diterima berada di kisaran 10% hingga 30%. "Range-nya di bawah 30%. Itu dari perhitungan kami setelah kami bicara dengan menteri [terkait]. Namun, karena keputusan politis, tidak ada yang berani bicara."
Sementara itu, ekonom FE-UI Faisal Basri menilai kebijakan menaikkan harga BBM lebih baik daripada menambah subsidi BBM dalam APBN-P 2008. (k16/John Andhi Oktaveri/Ratna Ariyanti/Irsad Sati) (erna.girsang@bisnis.co.id/ahmad.muhibuddin@bisnis.co.id)
Sumber : Bisnis Indonesia
Selasa, 2008 April 29
BBM diusulkan naik per 1 Juni
Diposkan oleh Admin di 19:12 0 komentar Link ke posting ini
Es Abadi Kutub Utara Terancam Hilang

Lapisan es abadi di kutub utara mungkin hilang sama sekali tahun ini sesuai prediksi para ahli. Jika kondisi tersebut benar-benar terjadi, kenaikan muka air laut akibat pencairan es besar-besaran tidak dapat dicegah seperti yang ditakutkan selama ini.
Mark Serreze, dari Pusat Data Salju dan Es Nasional (NSIDC) AS, mengatakan musim panas tahun ini diperkirakan ekstrim sehingga dapat menyebabkan lapisan es kutub benar-benar habis. Sejumlah faktor yang mempengaruhi kondisi es kutub utara setahun lalu telah menyebabkan lapisan es di Kutub Utara tahun ini sangat tipis sehingga berisiko saat memasuki musim panas.
Pada September 2007, tebal lapisan es di permukaan perairan Arktik mencapai rekor terendah. Bahkan karena hal tersebut, terusan Utara-Barat yang selama ini beku dan menghubungkan Greenland dan Alaska dapat dilalui kapal. Lapisan es di kawasan tersebut memang menebal kembali saat musim dingin, bahkan pada puncaknya Maret 2008 lebih luas dari cakupan es setahun sebelumnya.
Meski demikian, tren jangka panjang yang diukur sejak tahun 1978 menunjukkan bahwa luas es di Antartika terus menyusut. Kalaupun luasnya bertambah, yang terbentuk adalah lapisan es muda berusia setahun yang lebih mudah meleleh. Sementara itu, lapisan es abadi cenderung terus berkurang. NSIDC mengukur, luas lapisan es abadi di kutub utara rata-rata menurun 44.000 kilometer persegi setiap tahun.
"Inilah hal yang harus mendapat perhatian dunia. Yang paling merisaukan adalah fakta bahwa es berumur tahunan - yang tidak meleleh saat musim panas - tidak pulih secepat es Arktik yang biasanya meleleh," ujar Serreze. Luas lapisan es yang meleleh saat musim panas rata-rata setengah dari es baru yang terbentuk antara September hingga Maret. Namun, pada tahun 2007, hampir semua lapisan es yang baru terbentuk mencair.
Selain itu, pada musim dingin tahun ini terjadi fenomena puncak osilasi Arktik positif. Kondisi tersebut diketahui akan menyebabkan aliran angin kuat yang akan memaksa es abadi di Arktik meleleh dan airnya mengalir ke pantai timur Greenland. Kejadian-kejadian ekstrim seperti itulah yang menyebabkan lapisan es di kutub utara makin tipis dan muda.
Meski demikian, faktor-faktor alam lainnya dapat menyelamatkan lapisan es abadi. Jika tren aliran angin hangat seperti pada musim panas tahun lalu, kutub utara akan kehilangan banyak es abadinya. Namun, jika banyak berembus angin siklon yang bersifat mendinginkan, lapisan es bakal selamat.
Tidak hanya beruang kutub yang terancam hidupnya akibat perubahan es yang drastis di Kutub Utara seperti digambarkan dalam film "Earth". Manusia juga harus siap menghadapai dampaknya jika muka air laut naik, pasang, dan gelombang besar.
Sumber : Kompas
Diposkan oleh Admin di 02:36 0 komentar Link ke posting ini
Penelitian Dampak Pemanasan Global Terhadap Bali
BALI: Hasil penelitian mengenai dampak perubahan iklim terhadap pariwisata di Pulau Bali yang eksotis diluncurkan oleh WWF, sebuah organisasi konservasi global, hari ini di Bali.
Bali dikenal sebagai Pulau Dewata oleh turis dari seluruh dunia, namun alamnya yang menawan dan industri pariwisatanya sangat rentan terhadap perubahan iklim.
Penelitian ini membuka informasi mengenai dampak fisik, sosial dan ekonomi akibat perubahan iklim di Bali dan bagaimana dampak ini menambah berat tekanan-tekanan yang sedang dialami oleh pulau tersebut, khususnya terhadap pariwisata – industri utama di Bali.
“Perubahan iklim adalah ancaman besar terhadap sektor pariwisata di Bali, karena bisa merusak aset utama sektor ini, yaitu lingkungan alamiah,” ujar Dr Lida Pet-Soede, Kepala Program Coral Triangle WWF. “Ancaman yang sama juga berlaku bagi sektor ini diseluruh kawasan Coral Triangle, dan WWF mengajak perusahaan-perusahaan terkait untuk bersama-sama mengambil tindakan, serta membantu meyakinkan pemerintah-pemerintah negara-negara terkait untuk juga mengambil bagian peran mereka,” tambah Pet-Soede.
“WWF secara khusus mencari seorang pionir diantara para pemimpin Pacific Asia Tourism Association (PATA) dalam acara PATA CEO Challenge di Bangkok, 29-30 April 2008,” kata Richard Leck, Pemimpin Strategi Perubahan Iklim, Program Coral Triangle WWF.
“Industri pariwisata di Bali dan di seluruh kawasan Coral Triangle perlu bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat-masyarakat local untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, untuk melindungi sumber pangan dan sumber air, serta membuat perencanaan yang baik untuk menghadapi dampak potensial perubahan iklim,” kata Leck lagi.
Keenam Negara Coral Triangle (Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste) dan negara-negara tetangga (Fiji dan Australia) seluruhnya mengalami tekanan yang sama seperti Bali. Dengan tumbuhnya momentum Inisiatif Coral Triangle untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan oleh pemerintah keenam negara, penting pula bagi industri pariwisata untuk mengambil peranan dalam pendekatan baru untuk konservasi di kawasan ini. WWF memiliki komitmen penuh atas inisiatif ini, dan percaya bahwa industri pariwisata adalah mitra yang sangat berharga dalam memerangi dampak buruh perubahan iklim.
Beberapa rekomendasi kunci dari hasil penelitian memasukkan pengurangan emisi karbon dalam industri pariwisata, memasukkan rencana adaptasi dalam strategi pembangunan kedepan, menerapkan lebih banyak moda transportasi ramah lingkungan, menganjurkan lebih banyak praktek pariwisata yang bertanggung jawab dan ramah pada iklim, menegakkan kebijakan lingkungan yang sudah ada, dan mendorongkan lebih banyak program perlindungan alam di Bali serta mengingatkan bahwa alam adalah aset utama perekonomian Bali.
Penelitian ini didukung oleh pendanaan dari Yayasan Turing.
Catatan untuk Redaksi:
Dari hasil penelitian, beberapa dampak perubahan iklim yang mungkin terjadi terhadap:
Lingkungan alamiah
Lingkungan non-alamiah
Untuk laporan lengkap penelitian ini, hubungi: alim@wwf.org.my
Kunjungi: http://www.cti-secretariat.net
Sumber : WWF
Diposkan oleh Admin di 02:24 0 komentar Link ke posting ini
Minggu, 2008 April 27
Maret 2008, Suhu Daratan Terpanas dalam Sejarah
Fakta terjadinya pemanasan global makin jelas di depan mata. Maret 2008 tercatat sebagai bulan terpanas dalam sejarah dunia. Suhu rata-rata di daratan mencapai titik tertinggi, sedangkan suhu rata-rata keseluruhan, darat dan laut, menduduki peringkat kedua dalam catatan sejarah.
Laporan Pusat Data Iklim Nasional NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) menyatakan rata-rata suhu daratan di dunia sepanjang Maret 2008 4,9 derajat Celcius atau 1,8 derajat lebih tinggi dari suhu rata-rata sepanjang abad ke-20. Kenaikan ini dipicu kenaikan suhu yang tinggi di daratan Asia.
Kondisi tersebut sangat ekstrim dengan bulan Januari 2008 yang juga tercatat sebagai bulan Januari paling bersalju di Asia. Namun, suhu yang tinggi di bulan Maret segera mengikis salju sangat cepat sampai luas cakupannya sangat sempit.
Sementara itu rata-rata suhu di laut sepanjang Maret 2008 tercatat sebagai suhu terhangat ke-13 sepanjang sejarah. Hal tersebut karena gangguna kondisi La Nina yang berperan mendinginkan Samudera Pasifik.
Kombinasi suhu rata-rata di darat dan laut menepatkan bulan Maret 2008 sebagai bulan terpanas kedua. Sejak dinamika suhu Bumi dipantau selama 129 tahun terakhir, suhu tertinggi tercatat terjadi tahun 2002.
Suhu global mengalami tren kenaikan dalam beberapa dekade terakhir. Para pakar cuaca dan iklim yakin hal tersebut erat kaitannya dengan emisi gas buang dari pabrik dan kendaraan bermotor ke atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca.
Pemanasan global sudah menjadi keniscayaan sehingga yang perlu dilakukan adalah upaya menekan seminimal mungkin. Tindakan sekecil apapun dari setiap orang yang tinggal di Bumi akan menyumbang peran besar dalam menghadapi pemanasan global. Hal-hal kecil dapat dilakukan di rumah, kantor, bahkan di jalanan. Seperti apa tindakan-tindakan kecil yang dapat kita lakukan? Dapatkan informasinya dalam Green Festival yang digelar di Parkir Timur Senayan Jakarta, antara 18-20 April 2008.
Sumber : Kompas
Diposkan oleh Admin di 23:50 0 komentar Link ke posting ini
Gempa 5,1 SR Guncang Saumlaki Maluku
Gempa tektonik berkekuatan 5,1 Skala Richter (SR), Minggu malam pukul 20.31 WIB melanda wilayah Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku namun tidak berpotensi tsunami.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mencatat pusat gempa terjadi di kedalaman laut 65 kilometer pada lokasi 6.55 Lintang Selatan-130.07 Bujur Timur.
Adapun pusat gempa berjarak 210 km Barat Laut Saumlaki, 313 kilometer Barat Daya Tual, 387 kilomter Tenggara Ambon, 472 kilometer Barat Daya Fakfak, Irian Barat, dan 520 kilometer Barat Daya Kaimana, Irian Barat.
Wilayah Saumlaki merupakan daerah rawan gempa. Data BMG menyebutkan, selama April, hingga Minggu (27/4), wilayah ini tujuh kali bergetar.
Gempa terbesar tercatat pada Kamis (3/4) dengan kekuatan 6,4 Scala Richter pada kedalaman laut 138 kilometer, dan terendah 5,0 Scala Richter dengan kedalaman 140 kilometer.
Sumber : Antara
Diposkan oleh Admin di 17:54 0 komentar Link ke posting ini
Formula Satu Akan Menerapkan Teknologi Hibrida

Mengikuti perkembangan terkini, Formula Satu mengumumkan akan menerapkan teknologi hibrida. Tidak seperti mobil hibrida di pasaran, Fomula Satu akan menggunakan Kinetic Energy Recovery System (KERS), yang secara mendasar sangat berbeda dengan teknologi hibrida yang telah tersedia.
KERS adalah sebuah mesin seberat 55 pound (termasuk ringan bagi ukuran teknologi hibrida, tetapi menjadi cukup berat bagi Formula Satu) yang menyimpan energi kinetik dari flywheel. Energi kinetik ini kemudian dapat digunakan dengan menekan tombol "boost" di kemudi. KERS mengandalkan penyimpan energi secara mekanik dan tidak menggunakan baterai serta motor elektrik.
Para pendukung KERS sangat antusias dengan teknologi ini karena KERS dua kali lebih efisien daripada baterai yang biasa digunakan di kendaraan hibrida, sehingga sangat mungkin kelak diterapkan pada jutaan kendaraan produksi massal pada kendaraan untuk kegunaan sehari-hari.
Sumber : Ecogeek
Diposkan oleh Admin di 17:32 0 komentar Link ke posting ini
Harga BBM Naik, Opsi Terakhir
Menghemat anggaran dan konsumsi bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi menjadi pilihan untuk mengatasi tekanan terhadap APBN Perubahan 2008 akibat lonjakan harga minyak dunia. Menaikkan harga BBM menjadi pilihan terakhir bila kedua langkah itu tidak memadai.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu menyatakan, optimalisasi penerimaan, anggaran belanja, dan efisiensi di tubuh Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta Pertamina merupakan langkah pengamanan yang dilakukan. "Langkah tersebut diiringi dengan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi dan penghematan lainnya," ujarnya di Jakarta, Kamis (24/4).
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Luluk Sumiarso menyebutkan, harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam empat bulan terakhir sudah di kisaran 100 dollar AS per barrel. Dalam Undang-Undang APBN-P 2008 dinyatakan, jika ada perubahan harga minyak yang signifikan, yaitu apabila perkiraan ICP dalam satu tahun di atas 100 dollar AS per barrel, pemerintah dapat memutuskan kebijakan yang diperlukan di bidang subsidi BBM.
Menanggapi peluang yang diberikan oleh UU APBN-P tersebut, Anggito menegaskan, menaikkan harga BBM adalah jalan terakhir yang ditempuh. Anggito menjelaskan, langkah penghematan masih bisa dilakukan. Saat ini penghematan yang dilakukan pemerintah belum maksimal. Pemerintah masih bisa melaksanakan program penghematan energi di semua kementerian dan lembaga nondepartemen.
Penghematan tersebut diharapkan dapat menekan anggaran belanja BBM dan listrik di kementerian dan lembaga nondepartemen, antara lain mengganti semua lampu di kantor pemerintah dengan lampu hemat energi. Pengawas energi akan mengaudit hasil penghematan itu. ”Ini program penghematan nasional yang hasilnya akan sangat signifikan,” ujar Anggito.
Menurut Direktur Utama PT PLN Fahmi Mochtar, target anggaran yang dapat dihemat dari penggunaan lampu hemat energi tahun 2008 adalah Rp 400 miliar. ”Targetnya Rp 400 miliar karena baru dimulai Juni atau hanya enam bulan. Tahun 2009 hasilnya akan lebih maksimal karena dilakukan di sepanjang tahun,” ujarnya.
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, jumlah kebutuhan subsidi BBM difinalisasi pada Juni 2008. Dari finalisasi itu akan diketahui keperluan hingga akhir tahun 2008. Hal itu disebabkan kebutuhan subsidi BBM hingga akhir 2008 hanya dapat dihitung setelah realisasi volume BBM bersubsidi yang terpakai selama semester pertama diketahui. Hingga Maret, realisasi konsumsi BBM subsidi 9,6 juta kiloliter dan pada akhir April mencapai 12,3 juta kiloliter. "Jika hingga Juni penggunaan anggaran subsidi BBM sudah melampaui 50 persen, akan ada beberapa bulan di akhir tahun yang tidak terbiayai. Ini yang akan kami laporkan kepada DPR nanti," ujar Sri Mulyani.
Hitung ulang
Pemerintah, kata Ketua Komite Tetap Moneter dan Fiskal Kadin Indonesia Bambang Soesatyo, hendaknya menghitung ulang kalkulasi harga jual solar dan listrik untuk industri. "Jangan sampai ketidakefisienan Pertamina dan PLN dibebankan ke pengusaha melalui harga jual solar dan listrik industri yang sangat tinggi," ujarnya. (OIN)
Sumber : Kompas
Diposkan oleh Admin di 17:28 0 komentar Link ke posting ini
Harga Minyak Bisa Capai 225 Dollar AS
Harga minyak mentah diperkirakan akan melambung menjadi 150 dollar AS per barrel pada tahun 2010 dan terus melonjak ke posisi 225 dollar AS per barrel pada tahun 2012 seiring dengan semakin menurunnya pasokan. Demikian Canadian Imperial Bank of Commerce (CIBC), Kamis (24/4) waktu setempat, seperti dikutip AFP.
Laporan CIBC menyebutkan, Badan Energi Internasional memperkirakan produksi minyak saat ini mengalami penekanan sebesar 9 persen. Analis CIBC, Jeff Rubin dalam laporannya mencatat terjadinya percepatan pengurasan minyak di negara-negara besar dan banyaknya ladang minyak yang sudah tua. Dia memperkirakan produksi minyak akan sulit untuk tumbuh, dengan produksi rata-rata harian antara saat ini dan 2012 meningkat setidaknya satu juta barrel per hari.
"Apakah kita akan tetap melihat puncak dari produksi minyak dunia. Tetapi terlihat jelas bahwa sinyal-sinyal pasokan minyak akan mengalami kelangkaan, sesuatu yang belum pernah terjadi," sebutnya.
Ditegaskannya, harga minyak akan terus membumbung dalam lima tahun ke depan. "Hampir dua kali dari harga sekarang," ujar Rubin.
Laporan CIBC juga mencatat, peningkatan produksi sesunggunhnya terhenti, sementara permintaan dunia terus meningkat. "Penurunan permintaan dari AS, akibat pelemahan ekonomi dan tingginya harga, akan tergantikan oleh permintaan dari negara-negara berkembang," ujar Rubin.
Ia mencontohkan, baru-baru ini Perusahaan mobil Tata dari India sudah memproduksi mobil murah seharga 2.500 dollar AS, yang membuat jutaan keluarga di India akan mempunyai kendaraannya sendiri. Rubin juga mencatat, penjualan mobil tahun lalu di Rusia meningkat 60 persen, di Brasil naik 30 persen dan di China naik 20 persen. Menurutnya, kendaraan memakai setengah dari konsumsi minyak dunia.
"Jadi meskipun konsumsi minyak di AS turun lebih dari 2 juta barrel per hari dalam lima tahun ke depan, seiring dengan naiknya harga bensin. Tetapi akan lebih banyak lagi mobil di jalanan Rusia, China dan India, yang membuat permintaan terhadap minyak meningkat," ujarnya.
Sumber : Kompas
Diposkan oleh Admin di 17:25 0 komentar Link ke posting ini
Rabu, 2008 April 23
Danau Es Greenland Hilang
Pencairan permukaan yang didorong pemanasan iklim dapat memicu peristiwa dramatis pada lapisan es luas Greenland seperti hilangnya air sebuah danau secara tiba-tiba melalui celah dengan kekuatan seperti Niagara Falls.
Beberapa ahli Jumat (18-4) mengatakan peningkatan temperatur global diperkirakan akan mengakibatkan peningkatan pencairan di daerah beku yang luas seperti lapisan es Greenland, dan pencairan itu seringkali membentuk danau berukuran besar.
Para ilmuwan khawatir ketika pencairan es tersebut mencapai dasar lapisan es Greenland, kondisi itu dapat memberi lebih banyak pelumas bagi lerengnya dan membuat bongkahan besar terlepas serta hanyut ke laut, sehingga menimbulkan penciutan jauh lebih cepat dari pada perkiraan.
Namun, para peneliti di Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusetts dan University of Washington mendapati meskipun pencairan permukaan itu memang memberi pelumas pada dasar lapisan es, proses itu sendiri tampaknya tak cukup untuk mengakibatkan bencana hilangnya massa lapisan es sebagaimana telah dikhawatirkan sebagian orang.
Pencairan lapisan es permukaan hanya bertanggung jawab atas sedikit gerakan enam gletser bagian luar--lapisan es yang terlepas ke samudra--yang dipantau para ilmuwan.
Pada musim panas 2006 dan 2007, para ilmuwan menggunakan perangkat seismik, pemantau permukaan air dan sensor positioning system untuk mengkaji dua danau seperti itu dan gerakan lapisan es di sekitarnya. Mereka juga menggunakan penelitian melalui helikopter dan citra satelit untuk melacak perkembangan glester yang bergerak ke arah pantai.
Pada Juli 2006, para ilmuwan tersebut mendokumentasikan pengeringan mendadak dan tuntas air satu danau yang berukuran 5,7 kilometer persegi. Danau itu membuka lapisan es dari atas sampai dasar. Seperti bak mandi yang dikuras, seluruh air danau tersebut kering melalui dasarnya, hingga dalam waktu 24 jam.
"Sangat dramatis," kata ilmuwan Sarah Das dari Woods Hole Oceanographic Institution, yang membantu memimpin penelitian itu yang disiarkan di Jurnal Science dalam suatu wawancara telepon. N-1
Sumber : Lampung Post
Gambar : Media Arstechnica
Diposkan oleh Admin di 18:41 0 komentar Link ke posting ini
Hungaria & RI Kerjasama Pemanasan Global
Pernyataan tersebut dikemukakan pada saat pertemuan bilateral antara Dr. Katalin Szili, Ketua Parlemen Hungaria dan Mangasi Sihombing, Duta Besar Indonesia untuk Hungaria, Kroasia, Bosnia Herzegovina dan Makedonia pada tanggal 22 April 2008 bertempat di Gedung Parlemen Hungaria, Budapest.
Speaker Szili menegaskan posisi Hungaria yang mendukung penuh upaya mengatasi masalah-masalah yang ditimbulkan akibat perubahan iklim dan pemanasan global. Parlemen Hungaria baru-baru ini telah membentuk Komite Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Committee) yang dimaksudkan untuk mendukung pemerintah dalam mengatur ketentuan hukum, mekanisme dan langkah-langkah strategis penanganan masalah perubahan iklim. Komite tersebut terdiri dari sub-sub komite yang antara lain menangani isu lingkungan hidup, energi dan energi terbarukan, ekologi dan pelestarian hutan, serta isu-isu terkait lainnya.
Dubes Sihombing menjelaskan komitmen kuat Indonesia terhadap penanganan masalah-masalah perubahan iklim dan pemanasan global terutama dengan kesuksesan penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Tinggi UNFCCC di Bali bulan Desember 2007.
“Dalam hal ini kedua negara memiliki komitmen dan arah yang sama,” demikian tegas Speaker Szili. “Karenanya akan sangat baik apabila kedua negara dapat melakukan kerjasama dalam memajukan pembangunan berkelanjutan terutama terkait isu-isu global tersebut,” lanjut Szili.
Di samping itu kedua pihak sependapat mengenai arti penting saling kunjung antara pejabat pemerintah kedua negara termasuk pada tingkat kepala negara karena hal itu akan lebih mendorong kerjasama bilateral yang saling menguntungkan di semua bidang yang memungkinkan.
Dr. Katalin Szili dan Dubes Sihombing juga sepakat agar kedua negara dapat melanjutkan kerjasama yang telah berjalan selama ini dengan baik yaitu saling mendukung posisi dan pencalonan-pencalonan untuk posisi yang terbuka dalam fora internasional.
Sumber : Deplu.go.id
Diposkan oleh Admin di 18:36 0 komentar Link ke posting ini
Rabu, 2008 April 16
Green Festival, 19-20 April 2008, Parkir Timur Senayan
Diposkan oleh Admin di 03:21 0 komentar Link ke posting ini
Selasa, 2008 April 08
Jepang Percepat Kerjasama Perubahan Iklim Dengan Indonesia
Jepang dan Indonesia sepakat pada Sabtu untuk mempercepat pembahasan tentang bantuan Jepang kepada Indonesia guna mengatasi perubahan iklim pada pertemuan di sela pertemuan tingkat menteri G-8.
Dalam pembicaraan 20 menit, Menlu Jepang Masahiko Komura dan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani mengatakan mereka berharap dapat memetakan rincian paket bantuan finansial Jepang yang akan diberikan kepada Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim sebelum Konferensi Tingkat Tinggi G-8 yang berlangsung 7-9 Juli di kawasan wisata Danau Toya di Hokkaido, kata seorang juru bicara Kemlu.
"Isu perubahan iklim merupakan tantangan bagi negara-negara berkembang," kata jubir itu mengutip pernyataan Mulyani.
Jepang telah mengusulkan menyediakan dana hingga 10 miliar dolar AS (1,250 miliar yen) selama lima tahun ke depan untuk mendukung negara-negara berkembang dalam upaya mereka mengurangi emisi gas rumah kaca dan membantu negara-negara yang menderita karena dampak perubahan iklim.
Jepang menyebut program itu sebagai "Cool Earth Partnership".
Komura yang menyatakan Jepang akan aktif mendukung usaha-usaha Indonesia, juga menyerukan kerjasama erat dengan Indonesia untuk membentuk suatu kerangka kerja yang efektif mengenai perubahan iklim setelah berakhirnya Protokol Kyoto 1997 pada 2012.
Jubir itu juga mengatakan Mulyani menyampaikan terima kasihnya atas pinjaman lunak dari Jepang untuk Indonesia senilai 200 juta dolar yang diUmumkan Maret lalu.
Kedua negara itu juga menandatangani kesepakatan bantuan pembangunan resmi dari Jepang senilai 60,74 miliar yen pada bulan yang sama untuk proyek-proyek prasarana di Indonesia, demikian Kyodo.(*)
Sumber : Antara
Diposkan oleh Admin di 18:11 0 komentar Link ke posting ini
DKI Undang Asing Olah Sampah
Perusahaan asing diundang untuk berinvestasi dengan mengelola sampah Jakarta di Tempat Pengelolaan Akhir Bantar Gebang, Bekasi. "Tendernya harus secara terbuka di internasional," kata Gubernur Fauzi Bowo kepada wartawan di Balai Agung, Rabu (2/3).
Pihak asing diundang, menurut Fauzi sebagai pilihan kedua setelah pilihan pertama sampah tersebut tidak dikelola sendiri secara modern oleh DKI. Diharapkan, asing akan mengelola sampah tersebut secara modern, efektif dan efisien sesuai teknologi yang disepakati. Sementara, karena nilai investasi yang besar, para investor tersebut akan diberikan jangka waktu tertentu untuk mengelola sampah tersebut.
Teknisnya, menurut Fauzi, tender ini akan dibuka melalui internet mulai April ini. Ditargetkan, bulan Juni nanti pemenang tender sudah ditetapkan dan proyek tersebut sudah berjalan di bulan Juli. Mengingat proses dan intensifikasinya yang rumit, Fauzi sudah membentuk tim yang dipimpin oleh Kepala Badan Penanaman Modal dan Pengelolaan Keuangan dan Usaha Daerah DKI Jakarta Sukry Bey yang dianggap berpengalaman bekerjasama dengan asing.
"Konsultan berstifikat internasional juga akan dilibatkan," kata Fauzi. Fauzi menyebutkan, negara yang sudah menyatakan minatnya yaitu Belanda, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Belgia. Sementara total nilai investasi proyek ini senilai Rp 140 miliar per seribu ton meter kubik sampah.
Sumber : Tempo Interaktif
Diposkan oleh Admin di 17:57 0 komentar Link ke posting ini
Perjalanan Dinas Menteri Wajib Naik Kereta Api
Den Haag - Untuk perjalanan dinas hingga 500km, para menteri kabinet Belanda tidak boleh lagi naik mobil dinas. Ketentuan ini juga berlaku bagi ambtenaar (pejabat) lainnya.
Demikian parlemen Belanda menerima mosi yang disampaikan partai mitra koalisi memerintah PvdA (Partai Buruh) dan dari partai oposisi Groenlinks (Kiri Hijau, sosialis pro lingkungan), Selasa (8/4/2008).
Di dalam mosi disebutkan bahwa kereta api cepat merupakan alternatif baik untuk mobil dinas dan untuk perjalanan dinas kurang dari 500km pemerintah harus mewajibkan mereka wajib naik angkutan umum itu. Jarak hingga 500km itu bisa mencakup perjalanan Den Haag-Frankfurt atau Paris.
Parlemen dan pemerintah Belanda terus melakukan efisiensi anggaran. Sebelumnya anggota parlemen harus menuang minuman sendiri, karena pegawai kerumahtanggaan dikurangi.
"Jika perlu para anggota parlemen harus membawa termos kopi teh sendiri," tegas Ketua Parlemen Gerdi A. Verbeet waktu itu.
Sumber : Detik
Diposkan oleh Admin di 17:01 0 komentar Link ke posting ini
Senin, 2008 April 07
Jakarta Berpeluang Terjadi Hujan Es
Kasubbid Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Ahmad Zakir mengatakan, hujan es berpeluang akan terjadi di Jakarta.
Fenomena ini terjadi karena ada awan cumulonimbus yang berbentuk seperti sayur kol, tebal dan berlapis. Hujan es terjadi pada awan dingin dengan suhu kurang dari -10 derajat Celsius, cukup tinggi dari permukaan bumi.
Pada ketinggian tersebut, suhu udara akan semakin rendah. "Tanda-tanda itu sudah tampak di Jakarta. Sabtu 5 April hujan es ini sudah terjadi di wilayah Pamulang," ujar Zakir.
Menurutnya, hujan es terjadi pada musim transisi dan merupakan fenomena biasa yang dapat terjadi di seluruh dunia. Jakarta saat ini memasuki masa transisi dari musim hujan ke kemarau. Diperkirakan hujan es masih akan terjadi hingga musim kemarau tiba, yaitu pada Mei.
"Kami tidak dapat memperkirakan terjadinya hujan es tersebut karena tidak terpantau radar," ungkapnya.
Di bagian lain, Pemprov DKI Jakarta memperketat pengawasan terhadap pohon rawan tumbang. Tindakan ini menyusul terjadinya hujan deras yang disertai petir dan angin kencang. Kepala Dinas Pertamanan Pemprov DKI Jakarta Sarwo Handayani mengatakan, banyaknya pohon tumbang disebabkan kondisi cuaca buruk yang terjadi saat ini.
Sumber : Okezone
Diposkan oleh Admin di 01:08 0 komentar Link ke posting ini
Minggu, 2008 April 06
Toyota & Renault: Mobil Murah Indonesia
Setelah produsen mobil Jepang, Toyota, berminat memproduksi mobil murah (low cost car) di Indonesia, produsen mobil Eropa, Renault, juga berminat memproduksi mobil tersebut di Indonesia.
"Renault juga berminat (memproduksi mobil murah di Indonesia)," ujar Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Budi Darmadi, di Jakarta, akhir pekan.
Ia mengatakan, saat ini Renault masih memproses niatnya itu dan menunggu keputusan dari manajemen mereka.
Namun Budi tidak mengetahui secara detail mengenai rencana investasi Renault tersebut, termasuk akan menggandeng atau tidak Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM)nya di Indonesia, yaitu Indomobil.
"Itu urusan manajemen dan strategi perusahaan," katanya. Budi mengakui saat ini Renault sedang mencari lahan untuk pabrik mobilnya, tapi sampai saat belum menemukan lahan tersebut. "Ternyata tidak mudah," ujarnya.
Dengan rencana itu, lanjut dia, Renault akan masuk ke segmen pasar mobil yang lebih murah dari yang selama ini dipasarkannya di Indonesia.
Lebih jauh ia mengatakan Toyota kini tengah mendesain mobil murah yang akan diproduksinya untuk pasar global.
"Kalau lihat karakter pasar mobil di Indonesia lebih suka mobil yang agak tinggi," ujarnya.
Ia juga menegaskan dalam membuat mobil murah tersebut, pihaknya menekankan unsur keamanan jangan sampai dihilangkan.
Menanggapi pertanyaan apa saja insentif yang diberikan untuk investor, Budi mengatakan, pemerintah telah mempersiapkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2007 yang memberi insentif Pajak Penghasilan (PPh) untuk industri tertentu dan atau daerah tertentu.
Selain itu, bagi industri yang memproduksi mobil untuk pasar ekspor juga mendapat insentif pembebasan bea masuk bahan baku yang dibutuhkan.
Sumber : Banjarmasin Post
Diposkan oleh Admin di 20:16 0 komentar Link ke posting ini
Sabtu, 2008 April 05
Boeing Berhasil Terbang dengan Hidrogen

Penerapan teknologi fuel cell telah banyak, mulai dari Suzuki motorcycles hingga Honda FCX Clarity. Dan sekarang Boeing berhasil menerbangkan sebuah pesawat dengan teknologi ini.
Dengan menggunakan Dimona motor berpenumpang dua orang sebagai kendaraan uji-coba, dan menggunakan sistem hibrid bertenaga baterai Proton Exchange Membrane (PEM) fuel cell/lithium-ion untuk mengangkat pesawat, pilot membawa pesawat hingga 3.000 kaki, mencabut tenaga dari baterai dan terbang hanya dengan tenaga dari fuel cell selama 20 menit dengan kecepatan 62 mil/jam.
Jangan berharap melihat teknologi ini pada penerbangan komersial dalam waktu dekat. Boeing mengatakan bahwa mereka tidak melihat fuel cell sebagai tenaga utama bagi pesawat berkapasitas penumpang banyak, tetapi lebih kepada menggunakan teknologi ini sebagai sistem kedua.
Sumber : AutoBlogGreen
Diposkan oleh Admin di 18:01 0 komentar Link ke posting ini
Jumat, 2008 April 04
Denmark Memulai Proyek Kendaraan Listrik

Joint venture baru antara perusahaan listrik Denmark, Dong Energy A/S, dengan Project Better Place, yang berbasis di Silicon Valley, merencanakan membangun jaringan kendaraan listrik di seluruh Denmark.
Proyek ini memiliki target selesai tahun 2011 dan akan membangun tempat-tempat pengisian listrik sebanyak 20.000 di area parkir dan perumahan.
Renault akan menyediakan kendaraan dengan menggunakan baterai Li-ion dari Nissan, dan akan memiliki kemampuan tempuh 90 mil hingga pengisian berikutnya. Baterai akan diisi melalui turbin angin miliki Dong, dan didukung pembangkit tenaga batu bara saat tekanan angin rendah. Meskipun demikian pihak penyelenggaran menyatakan bahwa emisi CO2 yang dihasilkan hanya setengah dari sumbangsih mesin bertenaga minyak.
Saat ini seringkali kapasitas pembangkit angin melampaui kebutuhan negara, dan biaya energi mendekati nol. Kelebihan ini sering dijual kepada negara tetangga dengan harga yang relatif murah. Dengan demikian secara teori proyek baru ini dapat menggunakan pembangkit angin untuk mengisi ribuan baterai kendaraan listrik.
Sumber : Ecogeek
Diposkan oleh Admin di 21:22 0 komentar Link ke posting ini





