
The National Chemical Laboratory (NCL) dari India telah merancang pengganti komponen penting dari fuel cell, yang diharapkan dapat menekan total biaya fuel cell secara signifikan. Peneliti telah membuat jenis polymer dari polybenzimidazole, yang biasa digunakan untuk membuat pakaian luar angkasa, yang nantinya akan digunakan pada membran dari PEM fuel cells.
Yang unik dari polymer baru ini adalah 100 kali lebih murah daripada Nafion produksi DuPont, yang kini menjadi standar electrolytic polymer yang kini digunakan pada kebanyakan fuel cell.
NCL polymer baru ini dapat bekerja pada suhu hingga 300 derajat Fahrenheit dan tahan terhadap carbon monoxide. Ini berarti lebih tahan panas 2 kali dibanding yang dapat ditahan Nafion. Jika berhasil, NCL polymer akan membantu India mencapai sasaran mereka untuk memiliki 1 juta kendaraan hidrogen pada tahun 2020.
Karena peneliti di seluruh dunia terus mengusahakan terobosan teknologi yang dapat membuat biaya produksi fuel cell lebih murah, tentu akan membuat kendaraan fuel cell semakin realistis daripada yang dipikirkan banyak orang. Pemikiran-pemikiran cemerlang di berbagai penjuru dunia akan membawa dunia ini semakin bersih dan hijau dalam waktu dekat.
Sumber : hydrogencarsnow
Gambar : fuelcellsworks
Kamis, 2008 Oktober 23
India: Teknologi Fuel Cell Murah
Diposkan oleh Admin di 17:26






0 komentar:
Poskan Komentar