LONDON - Harga minyak dunia melambung lagi dan menembus rekor 142 dolar AS per barel, Jumat kemarin. Minyak mentah Light AS untuk kontrak Agustus naik 1,7 dolar sehingga mencapai harga 142,26 dolar per barel, sementara harga minyak Brent London 142,13 dolar.
Dalam lima bulan terakhir, harga minyak telah mengalami kenaikan sampai 40 persen. Menyikapi gejolak harga minyak yang terjadi sejak Januari lalu itu, House of Representatives (DPR AS) kemarin mengesahkan rancangan undang-undang untuk mengekang spekulasi di bursa komoditas energi. Namun sejumlah kalangan perbankan berpendapat lain. ’’Kami yakin, faktor-faktor yang mendorong gejolak harga minyak itu bersifat fundamental dan bukan ulah spekulan,’’ demikian Bank Sentral Jerman.
Gangguan Suplai
Sebagian kalangan berpendapat, lonjakan harga minyak disebabkan oleh gangguan suplai dan ketegangan politik di kawasan Timur Tengah. Melemahnya nilai dolar juga disebut sebagai faktor yang mendorong investor mengalihkan dana mereka ke komoditas energi.
Harga minyak melonjak setelah Libia menyatakan akan mempelajari beberapa opsi untuk mengurangi produksi. Pernyataan Libia merupakan reaksi atas sikap Amerika yang menekan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menambah jumlah produksinya. ’’Kami sedang mempelajari semua opsi,’’ kata Shokri Ghanem, pejabat perminyakan Libia. (rtr-ben)
Sumber : suaramerdeka
Jumat, 2008 Juni 27
Minyak Dunia Tembus 142 Dolar AS
Diposkan oleh Admin di 21:07





0 komentar:
Poskan Komentar