Malaysia dan India mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan akan terus dinaikkan hingga mencapai harga pasar. Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi menyatakan, kenaikan harga premium sebesar 40% dan harga solar sebesar 67% ini berlaku mulai Kamis.
"Kami tidak bisa lagi mempertahankan subsidi pada harga sekarang. Kita perkirakan kebijakan ini akan mendorong inflasi hingga 5%," ujar Badawi di Putrajaya Malaysia, Rabu (4/6).
Harga premium menjadi 2,70 ringgit (setara Rp 8.104,00) per liter dan solar naik 1 ringgit menjadi 2,50 ringgit (setara Rp 7.452,00) per liter.
Untuk mengurangi dampak kenaikan BBM ini, pemerintah Malaysia juga akan memberikan dana kompensasi sebesar 625 ringgit (setara Rp 1.872.516,00) setiap tahun kepada para pemilik kendaraan berkapasitas maksimal 2.000 cc. Sama dengan bantuan langsung tunai (BLT), distribusi bantuan disalurkan melalui kantor pos Indonesia.
Menteri Perdagangan dan Konsumsi, Shahrir Abdul Samad, sebelumnya mengindikasikan kenaikan harga minyak akan terus berlanjut hingga mencapai harga pasar. Samad memperkirakan penyesuaian dengan harga pasar ini akan tercapai pada Agustus 2008.
Naik dua kali
Harga BBM di Malaysia terakhir kali naik pada Februari 2006. Berbeda dengan Malaysia, di India kenaikan yang diumumkan kemarin merupakan kenaikan yang kedua kalinya pada tahun ini.
Menteri Perminyakan India, Murli Deora menyatakan bahwa harga premium akan naik 5 rupee (Rp 1.211,00) per liter dan solar 3 rupee (Rp 745,00) per liter atau naik 11%. Di India harga BBM berbeda-beda di tiap provinsi, dengan kenaikan ini di New Delhi harga premium akan mencapai 50 rupee (Rp 11.179,00) per liter.
Partai komunis —yang merupakan anggota dari koalisi terbesar— mengumumkan akan melakukan demonstrasi seminggu penuh di jalanan di seluruh penjuru India dengan tujuan mencabut kembali keputusan tersebut. Dalam sebuah pernyataan bersama, mereka meminta pemerintah untuk menurunkan biaya operasional BBM daripada menaikkan harganya.
Menanggapi hal ini, Deora menyatakan bahwa kenaikan yang moderat ini merupakan komitmen pemerintah untuk melindungi kepentingan masyarakat sekaligus untuk memperkuat kesehatan keuangan perusahaan-perusahaan minyak India.
Sama dengan Indonesia, pemerintahan India juga akan berakhir tahun depan. Keputusan menaikkan harga BBM ini diakui sebagai kebijakan tidak populer. (A-80/AFP/AP)***
Sumber : pikiran rakyat
Rabu, 2008 Juni 04
Malaysia & India Naikkan Harga BBM
Diposkan oleh Admin di 16:47





0 komentar:
Poskan Komentar