BALI: Hasil penelitian mengenai dampak perubahan iklim terhadap pariwisata di Pulau Bali yang eksotis diluncurkan oleh WWF, sebuah organisasi konservasi global, hari ini di Bali.
Bali dikenal sebagai Pulau Dewata oleh turis dari seluruh dunia, namun alamnya yang menawan dan industri pariwisatanya sangat rentan terhadap perubahan iklim.
Penelitian ini membuka informasi mengenai dampak fisik, sosial dan ekonomi akibat perubahan iklim di Bali dan bagaimana dampak ini menambah berat tekanan-tekanan yang sedang dialami oleh pulau tersebut, khususnya terhadap pariwisata – industri utama di Bali.
“Perubahan iklim adalah ancaman besar terhadap sektor pariwisata di Bali, karena bisa merusak aset utama sektor ini, yaitu lingkungan alamiah,” ujar Dr Lida Pet-Soede, Kepala Program Coral Triangle WWF. “Ancaman yang sama juga berlaku bagi sektor ini diseluruh kawasan Coral Triangle, dan WWF mengajak perusahaan-perusahaan terkait untuk bersama-sama mengambil tindakan, serta membantu meyakinkan pemerintah-pemerintah negara-negara terkait untuk juga mengambil bagian peran mereka,” tambah Pet-Soede.
“WWF secara khusus mencari seorang pionir diantara para pemimpin Pacific Asia Tourism Association (PATA) dalam acara PATA CEO Challenge di Bangkok, 29-30 April 2008,” kata Richard Leck, Pemimpin Strategi Perubahan Iklim, Program Coral Triangle WWF.
“Industri pariwisata di Bali dan di seluruh kawasan Coral Triangle perlu bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat-masyarakat local untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, untuk melindungi sumber pangan dan sumber air, serta membuat perencanaan yang baik untuk menghadapi dampak potensial perubahan iklim,” kata Leck lagi.
Keenam Negara Coral Triangle (Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste) dan negara-negara tetangga (Fiji dan Australia) seluruhnya mengalami tekanan yang sama seperti Bali. Dengan tumbuhnya momentum Inisiatif Coral Triangle untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan oleh pemerintah keenam negara, penting pula bagi industri pariwisata untuk mengambil peranan dalam pendekatan baru untuk konservasi di kawasan ini. WWF memiliki komitmen penuh atas inisiatif ini, dan percaya bahwa industri pariwisata adalah mitra yang sangat berharga dalam memerangi dampak buruh perubahan iklim.
Beberapa rekomendasi kunci dari hasil penelitian memasukkan pengurangan emisi karbon dalam industri pariwisata, memasukkan rencana adaptasi dalam strategi pembangunan kedepan, menerapkan lebih banyak moda transportasi ramah lingkungan, menganjurkan lebih banyak praktek pariwisata yang bertanggung jawab dan ramah pada iklim, menegakkan kebijakan lingkungan yang sudah ada, dan mendorongkan lebih banyak program perlindungan alam di Bali serta mengingatkan bahwa alam adalah aset utama perekonomian Bali.
Penelitian ini didukung oleh pendanaan dari Yayasan Turing.
Catatan untuk Redaksi:
Dari hasil penelitian, beberapa dampak perubahan iklim yang mungkin terjadi terhadap:
Lingkungan alamiah
Lingkungan non-alamiah
Untuk laporan lengkap penelitian ini, hubungi: alim@wwf.org.my
Kunjungi: http://www.cti-secretariat.net
Sumber : WWF
Selasa, 2008 April 29
Penelitian Dampak Pemanasan Global Terhadap Bali
Diposkan oleh Admin di 02:24






0 komentar:
Poskan Komentar