Sabtu, 2008 Maret 01

Ultra-Kapasitor Menggantikan Baterai?


Ultra-Kapasitor, yang betul-betul dihindari oleh industri kendaraan, dengan diam-diam pengembangannya dilanjutkan di perusahaan-perusahaan kecil dan di universitas-universitas di seluruh dunia. Alasan mengapa teknologi ini dihindari adalah karena hanya dapat menampung energi yang lebih sedikit dibanding baterai. Produk komersial terbaik yang ada terbatas menyimpan 5% saja dari energi yg didapat dari baterai.

Tetapi teknologi ini juga memiliki keunggulan-keunggulan. Anda dapat mengisi dan mengosongkannya tanpa merusak mereka (Baterai lithium ion akan berhenti berfungsi setelah beberapa kali pakai.) Mereka tidak mengandung kimia dan sangat stabil dalam segala kondisi. Juga mereka dapat diisi atau dikosongkan lebih cepat daripada baterai.

Popular Science baru saja mengunjungi lab di MIT yang sedang meneliti advanced vehicle technologies. Salah satu teknologi ini adalah nano-tube ultracapacitor yang mungkin berpotensi menyimpan 50% dari tenaga baterai lithium ion. Dengan fakta ini saja mungkin tidak begitu menarik, tetapi jika Anda menemukan bahwa kebanyakan baterai pada mobil hibrida hanya digunakan 20% agar dapat mempertahankan umur baterai.

Betul, 80% dari energi tetap di sana dan tidak pernah dikosongkan (discharges). Ultracapacitors dapat dikosongkan hingga betul-betul kosong berulang kali, tanpa perlu mengalami pergantian.

Sayangnya, setelah dua tahun percobaan, nano-tube capacitors tetap belum mencapai kapasitas seperti perhitungan di atas kertas. Dan meski tidak memakan waktu begitu lama bagi mereka untuk membuat kapasitor dengan tingkat energi yang lebih kompetitif, itu akan memakan waktu bertahun-tahun, jika tidak puluhan tahun, untuk mencapai teknologi yang komersil.

Sumber : Ecogeek

0 komentar: