Terputusnya ruas jalan tol ke arah Bandara Soekarno-Hatta dan tergenangnya pemukiman penduduk di Jakarta akibat air laut yang sedang pasang naik ke daratan, padahal tidak pernah ada kejadian tersebut pada beberapa tahun sebelumnya. Yang kerap kita dengar justru Jakarta banjir akibat hujan. Kejadian tersebut semakin menampakan bukti-bukti bahwa pemanasan global memang sedang terjadi.
Jika pemanasan global terus terjadi, maka es dikutub aka terus mencair dan diperkirakan air laut naik sekitar 60 meter pada tahun 2050. Kejadian ini akan mengakibatkan Indonesia kehilangan sekitar 2000 pulaunya. Kebanyakan dari pulau-pulau tersebut adalah pulau-pulau kecil.
Baca selanjutnya di:
Sumber dan artikel lengkap: balebengong.net
Jumat, 2007 November 30
Bertindak Sekarang atau Bali Ikut Tenggelam
Diposkan oleh Admin di 23:55 0 komentar Link ke posting ini
Aryadi Suwono, Penemu Bahan Pendingin (Hycool)
Sejumlah dosen dan mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) telah mengadakan penelitian untuk menemukan cara menghemat pemakaian listrik untuk AC. Hasilnya, mereka menemukan Hycool, bahan pendingin (refrigeran) campuran untuk menggantikan bahan freon yang selama ini digunakan untuk AC. Selain lebih hemat energi, Hycool juga lebih ramah lingkungan karena tidak melepaskan zat-zat yang bisa merusak ozon sebagaimana freon.
Sumber & artikel lengkap: Harian Republika Online
Note: Sebetulnya ini bukan info baru, karena penulis telah menggunakan Hycool selama +/- 1.5thn pada salah satu mobil tanpa ada keluhan apa pun. Dari segi harga pun survey menemukan harga cenderung sama atau di beberapa tempat cenderung lebih murah daripada Freon. Ini kembali diangkat karena memang blog ini baru serta dlm rangka meningkatkan kepedulian terhadap pemanasan global. So, why wait? :)
Diposkan oleh Admin di 22:08 0 komentar Link ke posting ini
Joko Suprapto, Penemu Blue Energy Dari Nganjuk
Berbahan Dasar Air, Dipamerkan dalam Konferensi PBB
NGANJUK- Tak banyak yang tahu, penemu bahan bakar blue energy yang sedang dikampanyekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso.
Kemarin, tim uji coba kendaraan berbahan bakar tersebut mengunjunginya. Mereka dipimpin staf khusus Presiden SBY, Heru Lelono. Rombongan itu dalam perjalanan dari Cikeas, Bogor menuju Nusa Dua, Bali, tempat digelarnya United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) 2007.
"Luar biasa. Ini mobil Mazda Six punya Patwal Mabes (Polri) yang bisa berkecepatan 240 kilometer per jam ini kami coba lari 180 kilometer per jam tanpa ada persoalan. Jadi, moga-moga apa yang kita uji coba ini benar-benar bermanfaat. Insya Allah," ujar Heru begitu turun dari Ford Ranger B 9648 TJ.
Untuk diketahui, pertemuan kemarin berlangsung di salah satu hotel di Nganjuk. Rombongan Heru tiba sekitar pukul 09.00. Mereka mengendarai lima unit kendaraan untuk menguji bahan bakar berbahan dasar air tersebut. Yakni, dua pikap double cabin Ford Ranger, satu sedan Mazda 6, satu bus, dan satu truk pengangkut blue energy.
Sebelumnya, rombongan dilepas oleh Presiden SBY, Minggu lalu, dari kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor. Rencananya, blue energy itu juga akan dipamerkan kepada dunia dalam UNCFCCC atau Konferensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali.
"Kita ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa kita bukan bangsa kere yang terombang-ambing harga minyak dunia. Bangsa Indonesia bisa menemukan (bahan bakar, Red) sendiri," tandas Heru bangga.
Kepada puluhan wartawan yang sejak pagi menunggu kedatangan rombongan, Heru mengungkapkan bahwa bahan bakar hasil penelitian belasan tahun Joko itu sangat irit. "Sekitar satu lima belas (1 liter dibanding 15 kilometer, Red). Tadi kami mencatat, untuk menempuh 374,5 kilometer, hanya butuh 25 liter," tutur staf khusus Presiden bidang otonomi daerah itu.
Selain hemat dan mampu meningkatkan performa kendaraan, lanjut Heru, keunggulan bahan bakar tersebut adalah rendahnya emisi karbon yang dihasilkan. Ini sesuai dengan pesan UNFCCC yang digelar 3-14 Desember mendatang.
"Sudah dicoba sendiri oleh Bapak Presiden. Beliau kemarin sempat duduk di belakang knalpot bus ini sambil menciumi asapnya. Paspampres (pasukan pengamanan presiden) sempat kerepotan takut Presiden karacunan, tapi tidak. Coba saja," tantangnya.
Penasaran, Wakil Bupati Nganjuk Djaelani Ishaq yang kemarin ikut menyambut kedatangan rombongan langsung mencoba mencium asap dari moncong knalpot bus. "Sama sekali tidak ada baunya," kata Djaelani setelah berkali-kali setelah mengisap asap tersebut.
Ditemani Joko, Heru kemarin juga mengungkapkan bahwa untuk memakai blue energy, mesin tidak perlu dimodifikasi. "Sama sekali tidak perlu ada modifikasi apa-apa. Ini kami bawa mobil berlainan tahun, semua bisa pakai," tandasnya.
Bahkan, lanjut Heru, ada yang sebelumnya menggunakan solar dan di tengah jalan langsung diganti 100 persen dengan blue energy. "Mobilnya malah semakin tidak ada getaran," lanjutnya bangga.
Sementara itu, Joko Suprapto yang selama ini terkesan misterius soal kedekatannya dengan SBY, kemarin mulai blak-blakan. Terutama soal aktivitasnya sebagai peneliti dan penemu blue energy. Dia bahkan sempat sedikit membeber teknologi yang mulai ditelitinya sejak 2001.
"Intinya adalah pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min. Ada katalis dan proses-proses sampai menjadi bahan bakar dengan rangkaian karbon tertentu," terang peneliti yang mengaku banyak mengambil ide dari Alquran itu.
Untuk mesin dengan bahan bakar premium, solar, premix, hingga avtur, Joko mengaku telah menyiapkan bahan bakar pengganti sesuai dengan mesinnya. "Tinggal mengatur jumlah rangkaian karbonnya. Mau untuk mesin bensin, solar, sampai avtur ya sudah ada," kata ayah enam anak itu.
Yang menarik, bahan dasar air yang digunakan adalah air laut. "Kalau air tanah bisa menyedot ribuan atau jutaan meter kubik. Kasihan masyarakat, paling bagus nanti bahannya air laut," terang pria yang selalu menyembunyikan identitasnya, termasuk almamater tempatnya meraih gelar insinyur, itu. (jie)
Sumber : indopos
Diposkan oleh Admin di 17:07 0 komentar Link ke posting ini
Desember Mandala naikkan fuel surcharge?
Irianda Susilo, Chief Commercial Officer Mandala Airlines, mengatakan sampai saat ini Mandala merupakan satu-satunya maskapai domestik yang belum menaikkan fuel surcharge, meskipun Pertamina telah beberapa kali merevisi harga avtur.
"Tapi kalau harga minyak dunia terus menerus naik, bahkan sampai tembus di atas US$100 per barel, mau tidak mau kami harus manaikkan fuel surcharge," ujar Irianda, belum lama ini.
Namun, sebelum memutuskan kenaikan biaya tambahan itu, Mandala akan melakukan kajian secara mendalam. Saat ini, Mandala mengenakan fuel surcharge Rp80.000 per penumpang. Kalau pun dinaikkan, kata Irianda, tidak akan lebih dari Rp20.000 per penumpang atau menjadi Rp100.000 per penumpang.
"Kami akan meminimalisasi kenaikan fuel surcharge. Kalau pada Desember Pertamina kembali menaikkan harga avtur, terpaksa pada bulan itu juga Mandala akan menaikkan fuel surcharge," ujarnya.
Sumber: Bisnis.com
Diposkan oleh Admin di 01:50 0 komentar Link ke posting ini
Selasa, 2007 November 27
UPS antar barang dgn mobil listrik!

United Parcel Service mengambil tindakan nyata! Menyikapi issue global warming dan (mungkin) harga BBM yang terus melambung mereka menyewa mobil listrik untuk mengantar barang-barang. Tentu ini telah melewati berbagai pertimbangan sehubungan dengan kelangsungan bisnis mereka.
Jika mereka mantap mengambil tindakan ini, mengapa kita masih ragu? :)
Sumber: website UPS
Diposkan oleh Admin di 00:01 0 komentar Link ke posting ini
Senin, 2007 November 26
Singapore Green Plan 2012
The SGP2012 is Singapore 's 10-year blueprint towards environmental sustainability. More than 17,000 participated in the review through various platforms. It has brought out key environmental issues like Climate Change and resulted in a robust plan able to address emerging environmental challenges.
The SGP2012 (2006 edition) has incorporated the majority (more than 90%) of the recommendations raised by the three Focus Groups formed as part of the review, reflecting strong public ownership and commitment to continue to protect and enhance our environment.
Click here to download the SGP2012.
Sumber: Website Pemerintah Singapura, mewr.gov.sg
Diposkan oleh Admin di 23:28 0 komentar Link ke posting ini




